Kamis, 10 November 2011

Masihkah Pantas


Gw jenuh. Sumpah. Semua terasa penat. Menghimpit. Sakit. Tapi gak kuat rasanya gw untuk sekedar menjerit.

Kenapa?

Kenapa?

Dan seperti biasa, gw manusia yang Cuma bisa terus bertanya kenapa begini kenapa begitu.
Mengeluh dan mengaduh.

Astaghfirullah...
Padahal..ini dzulhijjah...

Maka, Masihkah pantas merasa begitu beratnya ujian kehidupan, sementara telah sampai kepadaku berita tetang Ibrahim?  

Rabu, 09 November 2011

Another joke

seperti biasa. kuliah reproduksi super ceriaaaa :)
[cinta banget gw sama modul iniiii]

dan seperti biasa juga, dosen antik yang hobi nge-jayus di tengah kuliah, kali ini main tebak-tebakan

"ADA YANG TAU LETAK KEMIRIPAN PIL-KB SAMA PILKADA??"

haduuhh ni dokter kebanyakan belajar dah, jelas2 beda jauhh yang sau diminum yang satu dicoblos [ups, sekarang dicontreng ya??]

emmmm apa sama2 dikampanyein??

sama2 pake poster??

sama2 jd program pemerintah??

sama2 adanya di indonesia??

de el el...tebak ndiri dah...jumlah jawaban menggambarkan tingkat kreativitas anda. hehe

tapi sodara-sodaraa...ternyata si dokter punya kreativitas ilmiahnya sendiri yang super oke, dan jawabannya adalah...

"pil KB...kalo LUPA, JADI [hamil-red], nahh PILKADA kalo JADI [menjabat-red], LUPA!"

-_____________________-"

hahahahaha manzab doook manzaaaab...4 thumbs up sambil jumping applause deh gueee :))

Salah Siapa?

Siang  super ngantuk di ruang kuliah Parasitologi,
Semua berjalan seperti biasa. Dosen duduk di depan, menatap laptop di hadapannya, sementara berpuluh2 mahasiswa menatap layar LCD yang menampilkan flash dari bahan kuliah beliau. hmmmm tapi yaaa dengan berjuta gaya tatapan. ada yang menatap sambil memejamkan mata alis tidur, ada yang menatap dengan separuh badannya udah merosot ke bawah, ada jga yang menatap bergantian antara dosen dan tahu goreng yang lagi di pegangnya [baca: gue]

Anemia Pada kehamilan, Itulah materi yang tengah dibawakan sang dosen.

di tengah2 materi, tiba-tiba bapak dosen tercinta berdiri dan bertanya, entah kenapa pertanyaannya jauh dari presentasi yang tengah dijelaskan

"Menurut kalian, seiapa yang paling bertanggung jawab atas kekacauan yang kini melanda Indonesia tercinta??"

siiiiing...semua bengong

akhirnya si dokter keren ini menunjuk satu per satu mahasiswa untuk menjawab pertanyaannya, korbannya tentu saja yang duduk paling depan, hahaha
"Pemerintah dok.."

"Wakil rakyatnya dok!"

"hmmmm kekacauannya terletak pada sistem dok, jadi cukup kompleks dan sulit untuk ,em-judge siapa yang paling bersalah"

de el el...lupa yang lain pada jawab apa aja, pokoknya ga jauh2 lahh...

Tapi ekspresi si dosen cuma manyun. Waktu ga ada lagi yang berpendapat bapak dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu geleng2.
"bukan...bukan mereka yang paling bersalah. ada yng tau ga??"

semua diem. pastinyaaaa...anak FK jarang2 banget mendadak dangdut dapet kuliah politik begini, baca koran aja kagak sempet, jadi yaudahlah yaaa pasrah aja ni dosen mau nyebut siapa yang paling salah asal jangan nuding gue haha

Bapak dosen garuk2 krn mahasiswanya pasifwan pasifwati, akhirnya dia keluarin dah tu kunci jawabannya..
"Yang paling salah itu dokter Obgyn-nya!!!" [dokter kandungan-red]

"HAH???" sekelas serempak bengong
"Kenapa dok??"

"Soalnya...waktu ibu2 para pejabat pemerintahannya lagi hamil..dokter obgynnya pasti ga teliti, lupa ngecek kadar Hb si ibu, gak aware deh kalo ibunya anemia defisiensi besi. Makanya pas lahir anak2nya jadi kaya gitu. Mikirnya lama, ngambil keputusan aja ga jadi-jadi. ngomongnya belepotan, ngesahin undang-undang berkali-kali revisi, negara udah kacau balau loading-nya masih lama sebenernya ada masalah apa. belum lagi kalau lagi ngeboong anak TK juga tau kalo ngibul. itu gejala difisiensi IQ yg dimulai karena asupan besi yang tidak adekuat saat kehamilan ibunya."

dan semua tambah bengong.

hahaha okay, epic dok! cool! integrasi ilmu yang menarik, banyak pelajaran berharga yang gw dapet dari sekdar selentingan sang dokter di siang itu.

Pertama , tanggung jawab dokter itu gede cuy!! soal nyawa, yap bener banget klo kita bertanggung jawab untuk scr optimal mengupayakan kehidupan seseorang, tp selain ituuu kadang kita lua sama dampak jangka panjang yang mungkin timbul dr kecerobohan kecil kita di hari ini sama pasien. Yahh terlepas gw ga tau ibunya para pejabat dulunya beneran anemia pas hamil apa enggak, tapi gw sepakat. Teori patofisiologi yang diungkapkan si dokter 100% bener! mungkin aja looh..selain gembar gemborsoal perbaikan moral dll, perbaikan negeri ini bisa dimulai sejak masa konsepsi, gmn sbg dokter kita turut memfasilitasi lahirnya pemimpin2 berkualitas di negeri ini. semangat!!!

hidup dokter obgyn!!!! smg gw bisa jadi bagian dr mereka...amin [mereka are dr.obgyn bukan pejabat yang pas hamil ibunya anemia yaaa hehe :p]


Kamis, 26 Mei 2011

belajar dari Cinta


“Ndaaaa…
Milikilah cinta yang tak bersyarat, maka tak akan mudah berkarat. Mulailah mencintai dengan keluasan memberi, Insya Allah kita akan temukan kepuasan dalam diri.
Belajarlah dari cinta-Nya.

Sebuah sms. Makasi yaaaa :)

Minggu, 24 April 2011

ada


Mencari...
tak jemu,
terus mencari,
hingga akhirnya kau sampaikan aku padanya,
As Salim...

Jangan percaya kepada kunang-kunang, ia bersandar kepada malam.
Jangan percaya kepada malam, ia bersandar kepada gelap.
Jangan percaya kepada gelap, ia bersandar kepada siang.
Jangan percaya kepada siang, ia bersandar kepada matahari.
Jangan percaya kepada matahari, ia bersandar kepada waktu.
Jangan percaya kepada waktu, ia bersandar kepada ruang.
Jangan percaya kepada ruang, ia bersandar kepada batas.
Percayalah kepada yang tak berbatas, Ia bersandar tidak kemanapun.
Ia ada mengadakan ada, Ia ada mengadakan tiada.

Ia ada dan selalu ada, Ia ada dan tidak mengada-ada.

Sabtu, 23 April 2011

days before exam


selalu aja kayak gini...Huffft.... -_____________-"

hahaha


* * *



When we ponder upon the stars,
When we reach out for our dreams..
We’re never bothered by how far away they seem,
Or how long time they take,
Instead, we are inspired by the beauty of our VISION
Our dreams are like stars,
Brilliant and Enthusiastic
Let the beauty of the stars give us strength,
Inspire us to reach for greater height, and
MAKE OUR DREAMS COME TRUE
Together :)


Senja Ini


“Perpisahan adalah keniscayaan” katamu.

Dan di antara memori yang terserak,
Ada bait-bait mu
Saksi bisu,
Kita tergugu kala itu,
Terpaku,
Lalu tersungkur dalam.

Tangis itu…
Cinta.
Dan kini, kau lebih dulu kembali…
Senja ini


Semburat jingga meronai senja
Di dalam kekelaman sang waktu
Seakan hadir memberi nuansa lain
Dalam tirai yang melingkupinya
Yang menyibakkan siluet hati
Kala diri terpaku sendiri
Dalam rengkuhan Ilahi

Telah luruh diri ini
Berkubang air mustakmal yang berserak
Kusibak alunan kata seiring
Tapak-tapak yang tak pernah berhenti
Kusungkurkan jasad ini di Kubah-Mu
Menetes seiring irama Al-ashr
Tetap tersungkur
Aku merintih, terisak dalam gaung-Mu
Tuhanku,
Luruh jugakah dosaku???

Siluet senja telah terukir
Setapak di depan siluet takdir yang hadir
Bilakah diri ini kan merasa fakir
Di depan Illah yang Maha Kabir

Tuhanku,
Ijinkan aku tuk mengetuk pintu-Mu
Demi memahami arti lara dan lapa kehidupan
Sebagai bekal tuk mendewasakan diri dan hati
Dalam naungan iman

 
Copyright © Pelangi Aravinda. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh